Momentum Harkitnas, Ketum BRN dr. Relly Reagen Ajak Pemuda Jadi Penerus Bangsa yang Beradab

Sikapi Derasnya Arus Globalisasi, Brigade Rakyat Nusantara Ingatkan Pentingnya Menjaga Fondasi Etika dan Budaya Ketimuran.

KITABARU, JAKARTA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2026 menjadi momentum krusial untuk kembali mengobarkan semangat persatuan, nasionalisme, dan dedikasi terhadap bangsa, khususnya bagi generasi muda Indonesia. Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), dr. Relly Reagen, menegaskan bahwa pemuda hari ini wajib menempa diri menjadi penerus bangsa yang tangguh sekaligus memiliki kepribadian luhur dalam membangun peradaban Indonesia ke arah yang lebih baik.

Menurut dr. Relly Reagen, esensi dari Hari Kebangkitan Nasional melampaui seremonial tahunan setiap tanggal 20 Mei. Harkitnas sejatinya merupakan pengingat historis yang besar mengenai garis perjuangan para tokoh pendahulu dalam menyatukan kesadaran nasional demi kemerdekaan bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai perjuangan tersebut harus terus diestafetkan secara kuat agar generasi muda tidak kehilangan kompas moral di tengah derasnya arus globalisasi.

“Pemuda harus menjadi generasi penerus yang tangguh dalam memaknai Hari Kebangkitan Nasional. Harus penuh dedikasi dan pengabdian untuk bangsa, tanpa melupakan adab kita sebagai orang timur yang selalu mengedepankan etika serta nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Relly Reagen dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini memberikan peluang besar bagi anak muda untuk berkembang dan berkarya. Namun di sisi lain, kemajuan tersebut juga membawa tantangan serius apabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, dr. Relly Reagen mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merusak moral dan persatuan bangsa.

Menurutnya, pemuda Indonesia harus mampu menjadi generasi yang aktif, kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Semangat kebangkitan nasional, kata dia, tidak cukup hanya diwujudkan melalui kata-kata, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Generasi muda hari ini harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Harus berani melangkah dalam hal-hal positif, membantu masyarakat, menjaga persatuan, dan menjadi contoh yang baik di lingkungannya,” katanya.

dr. Relly Reagen juga menegaskan bahwa nilai-nilai budaya ketimuran harus tetap dijaga di tengah modernisasi yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki sopan santun, tata krama, dan budaya luhur yang harus dipertahankan oleh generasi muda.

“Kita boleh maju dalam teknologi, pendidikan, dan inovasi, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri. Adab dan etika tetap harus menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa semangat persatuan harus terus dijaga di tengah berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. Menurutnya, keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan besar yang harus dirawat bersama demi menjaga keutuhan bangsa.

Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, BRN juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai gerakan positif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

dr. Relly Reagen menilai bahwa tantangan Indonesia ke depan akan semakin kompleks, mulai dari persaingan global, perkembangan teknologi, hingga ancaman perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak benar. Oleh sebab itu, generasi muda harus memiliki kemampuan berpikir kritis, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa.

“Kalau dahulu para tokoh bangsa bangkit melawan penjajahan demi kemerdekaan Indonesia, maka tugas generasi muda hari ini adalah menjaga persatuan, membangun kualitas diri, serta membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat,” ujarnya.

Ia juga berharap Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi refleksi bagi seluruh pemuda Indonesia untuk terus memperkuat rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun bangsa.

“Bangsa ini membutuhkan generasi muda yang kuat, cerdas, memiliki moral yang baik, dan mampu menjaga nilai-nilai budaya bangsa. Teruslah melangkah pada hal-hal positif dan jadilah generasi yang membawa perubahan baik untuk Indonesia,” tutup dr. Relly Reagen.