Jejak Sejarah Menggema: Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Kolaborasi Tamansiswa-ABRI Kembali Diperkuat
MALANG – Momentum bersejarah kembali tertoreh dalam dunia pendidikan Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Malang yang berlokasi di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1).
Peresmian ini disambut hangat oleh keluarga besar Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia. Kehadiran kampus baru ini dinilai bukan sekadar ekspansi institusi pendidikan, melainkan sebuah pengingat akan kuatnya ikatan historis antara Perguruan Tamansiswa dan angkatan bersenjata dalam mencetak kader pemimpin bangsa.
Kehadiran Tokoh Bangsa dan Simbol Sinergi
Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Panglima TNI, serta Kapolri. Dan Adapula Angota Dewan Perwakilan Rakyat Danan Wicaksana Sulistya dari Komisi V.
Secara khusus, kehadiran Ki Saur Pandjaitan selaku Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa (MLPTS) menjadi simbol penting. Kehadirannya menegaskan bahwa roh pendidikan karakter yang ditanamkan Ki Hadjar Dewantara tetap menjadi fondasi utama dalam kurikulum sekolah-sekolah unggulan seperti Taruna Nusantara.
Nostalgia Kolaborasi 1990
Sejarah mencatat bahwa SMA Taruna Nusantara lahir dari buah pemikiran kolaboratif antara ABRI (saat itu) dan Perguruan Tamansiswa pada tahun 1990. Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang memiliki disiplin militer namun tetap berakar pada nilai kebudayaan dan kerakyatan.
“Peresmian ini adalah penguatan kembali ikatan sejarah dan cita-cita pendidikan nasional yang dirintis oleh Ki Hadjar Dewantara. Pendidikan adalah proses memerdekakan manusia dan membentuk watak,” tulis pernyataan resmi Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia.
Visi Kedepan: Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
Dengan diresmikannya Kampus Malang, diharapkan prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani dapat terus diimplementasikan dalam mendidik siswa. Sekolah ini diharapkan menjadi “Kawah Candradimuka” tempat penggodaan mental dan intelektual bagi generasi muda agar menjadi pemimpin yang:
Berintegritas tinggi dan matang secara moral.
Memiliki wawasan kebangsaan yang kokoh.
Setia pada amanat konstitusi dan kepentingan rakyat.
Melalui peresmian ini, sinergi antara nilai-nilai kejuangan militer dan filosofi pendidikan Tamansiswa diharapkan terus berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas.(Inf)











